Wednesday, July 9, 2014

Tips Membeli Velg Bekas

Memodifikasi motor adalah hasrat setiap para pecinta kendaraan roda dua ini. Salah satu bagian yang paling sering mendapatkan perubahan adalah bagian velg. Biasanya para pemilik motor dengan velg standar ingin menggantinya dengan velg racing.

Namun, yang selalu menjadi kendala adalah uang. Jika ingin mengganti velg motor tentunya membutuhkan uang untuk membeli velg yang diinginkan. Untuk menghemat pengeluaran, jangan beli velg yang baru tapi beli velg bekas. Jika Anda jeli memilih, bukan hanya menghemat pengeluaran tapi juga mendapatkan velg yang bagus.

Untuk menghindari velg bekas yang cacat, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat akan membeli velg bekas. Pertama adalah memeriksa bagian sekitar bibir velg. Jika Anda mendapati bibir velg yang pecah atau retak sebaiknya pilih velg yang lain. Jika velg sedikit peyang bisa Anda beli, namun sebelum digunakan harus dipres dulu di bengkel stel velg.

Di samping itu, cek juga bekas bubut di velg. Jika ada bekas bubut berarti velg tersebut dulu pernah bengkok parah. Velg yang pernah dibubut memiliki garis dan warna alumunium yang berbeda dengan daerah yang tidak terkena bubut.

Periksa juga bagian bearing velg. Seringkali penjual akan melepas rumah bearing agar kondisinya tidak ketahuan. Minta penjual untuk melengkapi rumah bearing velg yang akan Anda beli. Rumah bearing velg yang oblak akan kehilangan kestabilan pada putaran tinggi.

Hati-hati dengan warna cat velg. Biasanya penjual akan mencat velg untuk menutupi cacat yang ada pada velg. Periksa tulisan angka atau huruf di palang velg. Jika samar terlihat, berarti velg tersebut sudah pernah di cat ulang.

Sumber;

https://id.berita.yahoo.com/tips-membeli-velg-bekas-091500646.html

Tips Menempuh Perjalanan Mudik Bersama Si Kecil


Salah satu tradisi yang sudah melekat pada masyarakat Indonesia pada saat liburan Idul Fitri adalah tradisi mudik atau pulang kampung. Lebaran adalah waktunya untuk saling bersilahturahmi sesama anggota keluarga. Tidak terkecuali dengan anggota keluarga yang berada di luar kota.
Bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman atau ingin mengunjungi kerabat, terkadang membawa si buah hati. Namun jika berpergian jauh bersama si buah hati, ada baiknya memperhatikan tips dari Sun Motor agar perjalanan Anda bersama si kecil tetap menyenangkan:
- Bawalah kursi mobil khusus anak
Kursi dengan tempat duduk yang empuk serta penyangga kepala anak, berguna untuk keamanan dari benturan misalnya terjadi pengereman mendadak.
- Bawalah mainan, musik, dan buku bacaan yang disukai anak
Untuk mengurangi rasa bosan ketika sedang bepergian jauh, bawalah mainan yang aman untuk anak-anak Anda. Musik dan buku bacaan pun dapat menghibur dan membantu mereka untuk menikmati perjalanan jauh.
- Berhentilah lebih sering
Pada saat berhenti, anak-anak dapat beristirahat, makan dan minum. Mereka juga dapat bermain di luar mobil sehingga menjadi lupa pada kebosanannya saat berkendara jauh.
- Bawalah perlengkapan si kecil
Perlengkapan seperti handuk kecil, tisu, baby wipes, kantong plastik, mantel, selimut dan bantal diperlukan untuk mengatasi gangguan perjalanan. Siapkan juga minyak kayu putih/balsam untuk mengurangi masuk angin karena mabuk perjalanan.

Sumber:

https://id.berita.yahoo.com/tips-menempuh-perjalanan-mudik-bersama-si-kecil-061500295.html

Inilah Rahasia Ford Bisa Jadi No. 1 Best Global Green Brands 2014

Menurut Sustainability Report tahunan ke-15 perusahaan, Ford Motor Company lebih jauh lagi menjalankan komitmennya untuk meningkatkan program konservasi air di fasilitas global miliknya dan di antara para pemasok perusahaan. Jadi, tak salah jika tahun ini Ford menjadi No. 1 Best Global Green Brands dengan mengalahkan Toyota dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Para pemimpin di Ford percaya bahwa memiliki air minum bersih yang terjangkau dan akses ke sanitasi merupakan hak dasar manusia, dan tahun lalu Ford mengurangi penggunaan air per kendaraan sebanyak 30 persen secara global dari patokan tahun 2009, meraih tujuannya dua tahun lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Rencananya, masih terus berjalan lebih jauh untuk mengurangi penggunaan air sebanyak 2 persen lagi di tahun ini, serta menetapkan sasaran jangka panjang baru.
"Guna melanjutkan ekspansi global terbesarnya selama lebih dari 50 tahun, Ford menyadari bahwa bekerja di wilayah yang mengalami kesulitan dengan kelangkaan air akan membuat air menjadi komoditas yang mahal,” ujar John Fleming, Executive Vice President, Global Manufacturing and Labor Affairs Ford Motor Company.
Pada akhir tahun ini, Ford akan mulai meminta para pemasok yang menggunakan air dalam jumlah tinggi dan mereka yang bekerja di wilayah yang sulit air untuk secara sukarela melaporkan konsumsi air mereka. Kemudian, Ford akan bekerja dengan para pemasok untuk mencapai pengurangan air. Harapannya adalah agar inisiatif yang sukses dapat dicontoh oleh para pemasok lainnya secara global, membantu Ford untuk secara signifikan mengurangi jejak lingkungannya.
Di seluruh dunia, sudah banyak contoh kesuksesan Ford dalam hal konservasi air. Di Asia Pasifik, Ford telah mengimplementasikan proses produksi yang dinamai Minimum Quantity Lubricantatau MQL di pabrik mesin Ford Changan di Chongqing. MQL secara drastis mengurangi pemakaian cairan pendingin dan air dibandingkan dengan wet machining konvensional. Untuk jalur produksi yang memproduksi 450.000 mesin, teknologi MQL menghemat sekitar 282.000 galon air setiap tahunnya.
Selain itu, pabrik Ford di India, Thailand, dan Cina menggunakan teknologi three-wet paint dan teknologi rotated-entry dip paint untuk mengurangi air serta penggunaan energi dan material. Di Chennai, India, pabrik perakitan kendaraan dan pabrik mesin Ford sekarang mendaur ulang 100% limbah airnya, sementara itu, kedua pabrik perakitan Ford di Chingqing, Cina, mendaur ulang hingga 100.000 galon air setiap harinya. Hal ini dan proses penghematan air lainnya membawa penghematan air dari tahun ke tahun sebesar 18% per kendaraan di tahun 2013 di seluruh wilayah Asia Pasifik.
“Konservasi air sangat penting di seluruh dunia terutama di area dengan populasi dan perkembangan yang terus meningkat. Air yang kita hemat membantu untuk mempertahankan kesehatan dan kemakmuran suatu wilayah dan komunitasnya," ujar Todd Walton, Manager New Business, Environmental Quality Office, Ford Motor Company Asia Pasifik.
Ford mulai bekerja secara strategis untuk meningkatkan dampak pengurangan air perusahaan secara global pada tahun 2000, dengan menetapkan target pengurangan dari tahun ke tahun sebagai bagian dari Global Water Management Initiative. Kesuksesan inisiatif tersebut dapat diukur.
Tidak hanya itu, perusahaan telah mencapai tujuan penggunaan air per kendaraan dua tahun lebih awal dari jadwal, perusahaan juga mengurangi penggunaan air global sebanyak 61 persen, atau lebih dari 10 milyar galon, antara tahun 2000 dan 2013.
Penghematan tersebut setara dengan jumlah air yang dipakai untuk mandi selama 5 menit sebanyak 1 milyar kali, menurut U.S. Environmental Protection Agency. Jumlah total penggunaan air di seluruh dunia di fasilitas Ford juga berkurang dari 64 juta meter kubik per tahun menjadi 25 juta meter kubik

Sumber:

https://id.berita.yahoo.com/inilah-rahasia-ford-bisa-jadi-no-1-best-081500429.html

Ciputra Foundation dan GEPI Jadi Tuan Rumah Kompetisi “Get in the Ring 2014″ untuk Indonesia dan Asia Pasifik

Ciputra Foundation bersama dengan GEPI dan Universitas Ciputra bakal menjadi tuan rumah ajang kompetisi pitching “Get in the Ring 2014″ untuk nasional dan kawasan regional Asia Pasifik. Get in the Ring merupakan bagian rangkaian kampanye Global Entrepreneurship Week (GEW). Di tingkat internasional yang akan dilaksanakan di Belanda, ajang ini memperebutkan hadiah investasi hingga satu juta Euro.

Get in the Ring merupakan podium global bagi startup untuk memperoleh investasi. Pertama kali diselenggarakan oleh Erasmus Centre of Entrepreneurship tahun 2009, awalnya kompetisi ini bernama Meet the Dragons hingga tahun 2011 dan berkembang dari sebuah kompetisi lokal menjadi kompetisi berskala Eropa. Konsep Get in the Ring baru diterapkan mulai tahun 2012. Dua pemenang terakhir kompetisi ini memiliki basis teknologi dalam pengembangannya.

Ajang ini memberikan kesempatan kepada para wirausahawan untuk berhubungan dengan investor, konsumen, dan partner yang potensial. Konsep pitching-nya cukup menarik karena sesuai namanya, setiap peserta harus melakukan pitching di dalam ring seolah-olah petinju. Pemenang globalnya pun bakal mendapatkan sabuk juara layaknya juara dunia tinju.

Get in the Ring merupakan satu dari sepuluh event penting yang dipilih Kauffman Foundation dalam rangkaian Global Entrepreneurship Week. Di tahun 2014 ini, kompetisi akan diorganisir di 50 negara dan kemudian diseleksi di delapan pusat regional. Rata-rata kompetisi setiap tahun diikuti oleh lebih dari 2000 startup dari berbagai negara dan nantinya hanya 8 startup yang bakal menjadi finalis.

Untuk tingkat nasional tahun ini, Get in the Ring bakal diadakan tanggal 8 September di Jakarta. Berikutnya seleksi regional Asia Pasifik akan diadakan di Surabaya tanggal 13 Oktober. Finalnya bakal diadakan tanggal 21 November di Rotterdam, Belanda. Kompetisi ini terbuka secara gratis untuk semua kalangan startup, tak hanya yang berkutat di dunia teknologi. Setiap peminat bisa langsung mendaftarkan diri ke situs  Get in the Ring 2014.

Ini merupakan salah satu inisiatif lain grup Ciputra dalam memajukan ekosistem startup di Indonesia, setelah sebelumnya Ciputra GEPI Incubator (CGI) menghadirkan program CGI Bootcamp selama tiga bulan yang dilaksanakan hingga pertengahan bulan Juni lalu.

Sumber:

https://id.berita.yahoo.com/ciputra-foundation-dan-gepi-jadi-100551231.html

Hitung Cepat Perolehan Suara Menggunakan Aplikasi iWitness Pilpres

Sesuai namanya, iWitness Pilpres mengajak para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dan turut serta menjadi saksi mata perkembangan suara dari setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia. Tim ForeverApps sebagai pengembangnya berharap aplikasi ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama para pemilih.
Dengan memanfaatkan fitur Realcount, pemilih dapat membandingkan data rekapitulasi dari KPU untuk memantau hasil perhitungan suara terkini. Sebelum menggunakan keseluruhan fitur, pengguna diharapkan mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan mengisi lengkap data diri kemudian login kembali dengan menggunakan data yang telah terdaftar. Data dan sandi dapat diganti di kemudian waktu melalui fitur Profile.
Setelah berhasil login, pengguna diharuskan mengatur lokasi TPS setempat terlebih dahulu di menu Setting dan pastikan detail lokasi TPS seakurat mungkin mulai dari keterangan kabupaten, kecamatan, dan tingkat wilayah seterusnya. Langkah terakhir, pengguna tinggal memasukkan nomor TPS untuk bisa turut serta melaporkan perolehan suara terkini dari TPS tersebut. Fitur ini tentu sangat berguna bagi kebutuhan penghitungan cepat bagi beberapa pihak tertentu.
Dalam aplikasi iWitness Pilpres, hasil Realcount disimpan secara kondisional. Artinya jika pengguna kehilangan koneksi internet, data akan disimpan secara lokal, dan pengguna akan mendapatkan notifikasi apabila belum terunggah ke server. Namun jika pengguna memiliki koneksi internet yang baik, data yang terkirim akan langsung disimpan ke server.
iWitness Pilpres juga mendukung bukti yang konkrit dengan mengizinkan pengguna mendokumentasikan data multimedia yang bisa diunggah langsung dari smartphone masing-masing. Foto, pesan suara, dan video akan berguna untuk para pengguna lainnya yang bisa diakses di menu Result. Di menu tersebut, pengguna akan mendapatkan rekap dari pengguna lain yang saling melaporkan sebelumnya.
Pihak pengembang memiliki waktu yang tidak banyak untuk memperbaiki beberapa kesalahan kecil, seperti seringnya crash saat mengambil foto. Seharusnya iWitness menyediakan pengambilan foto langsung dari library. Sisanya, pengembang dan relawan bisa saling bekerja sama untuk mensosialisasikan aplikasi ini sehingga seluruh pemilih dapat menggunakannya lantas merealisasikan pemilu adil dan transparan.

Sumber:
https://id.berita.yahoo.com/hitung-cepat-perolehan-suara-menggunakan-105055128.html

Mobil Tanpa Supir Google


Google, tampaknya tidak berhenti membuat sensasi teknologi. Setelah smartphone, smartwatch, dan google glass, Google yang semula hanya dikenal sebagai raja search engine itu kini mulai membuat inovasi baru berupa mobil yang bisa mengemudi sendiri tanpa sopir (teknologi otonomos).

Mobil tanpa kemudi serta pedal gas dan rem itu diperkenalkan pada konferensi pers di Rancho Palos Verdes, California, kemarin. Co-Founder Google Sergey Brin menyatakan, ada 100 unit bertenaga listrik yang akan digunakan untuk mengenalkan teknologi tersebut lebih dekat kepada masyarakat.

New York Times menginformasikan, seluruh mobil itu dibuat manufaktur asal Detroit, tanpa menyebutkan identitas asli. Google menjelaskan, uji coba dimulai pada musim panas ini (April–Oktober). Versi awal masih memiliki kontrol manual buat penumpang dan akan dites pengemudi perusahaan.

Dengan memproduksi prototipe, Google memasuki babak baru hasil ambisi mereka menciptakan kendaraan otonomos. Jika versi produksi bisa datang lebih cepat, berarti mereka bisa mengungguli produsen otomotif seperti Volvo Car Corp dan Nissan Motor Corp yang menyatakan siap memasarkan produk otonomos secepatnya pada 2020.

Riset Google dilakukan sejak 2009. Awalnya hanya menggunakan kendaraan yang dilengkapi sensor, laser, radar, komputer pintar yang bisa membuat pemetaan, serta perangkat lunak untuk mengendalikan fungsi mobil secara otomatis. Google mengklaim, unit itu telah mengarungi perjalanan lebih dari 1,1 juta km.

Dari foto yang dibagikan kepada media, mobil otonomos Google mirip Smart ForTwo dengan dua pintu dan dua tempat duduk. Tidak ada kemudi atau pedal gas dan rem. Saat berjalan, mobil diarahkan oleh sensor laser dan radar di data kamera.

Mobil canggih tersebut juga bisa dikendalikan dengan menggunakan ponsel pintar (smartphone) atau tablet melalui sebuah aplikasi khusus. Tentunya teknologi canggih itu bergantung pada peta jalan Google atau Google Maps. Mobil tersebut sudah dilengkapi program data peta jalan khusus dengan GPS.

’’Mobil ini tidak butuh sopir. Perangkat lunak dan sensor melakukan semua tugas,’’ tulis Chris Urmson, director of Google’s Self-Driving Car Project, dalam blog perusahaan.’’Kami telah bekerja dengan partner di area Detroit, Jerman, dan California. Prototipe ini bisa menerima alamat yang diberikan penumpang, lalu mengantarkannya ke sana dengan aman,’’ jelas Brin.

Dari sisi eksterior, mobil tidak dilengkapi kap seperti mobil tradisional. Roda mobil terletak berdekatan di ujung belakang dan depan. Bagian front-end mobil didesain aman bagi pejalan kaki. Sebab, material mobil itu terbuat dari bahan yang mirip busa. Itu sama dengan yang terdapat pada bumper mobil tradisional.

Desain front-end tersebut juga membuat kaca depan mobil lebih fleksibel sehingga membantu mengurangi potensi kecelakaan. Mobil itu bertenaga listrik dan dapat melaju maksimal hanya 40 kilometer per jam. Pertimbangan pembatasan kecepatan itu adalah memastikan keselamatan penumpang.

Para pendukung teknologi self driving car menganggap terobosan tersebut bakal merevolusi transportasi. Yang tidak kalah penting, mobil itu bisa menurunkan angka kemacetan, polusi, serta potensi kecelakaan.
Namun, Sven Beker, direktur eksekutif dari pusat riset Otomotif Stanford, memperingatkan, mobil tanpa sopir itu masih memerlukan campur tangan manusia dalam hal darurat dan kondisi ekstrem. Misalnya, saat komputer tidak berfungsi.

Berdasar analisis yang dibeberkan IHS Automotive, lebih dari dua dekade sejak sekarang kendaraan otonomos akan mendominasi pasar saat unit baru pada 2035 bisa mencapai 11,8 juta unit. Kemudian, pada 2050, semua kendaraan adalah otonomos.
Estimasi harga pasaran per unit ’’hanya’’ Rp 81 juta–Rp 116 juta pada 2025. Mengapa murah? Sebab, pada masa itu teknologi tersebut bukan lagi barang istimewa yang harus diganjar dengan banderol tinggi.

Sumber:
http://www.jawapos.com/baca/artikel/1774/Google-Rilis-Mobil-tanpa-Sopir-dan-Pedal

Teknologi garis gawang


Teknologi baru ditetapkan oleh FIFA dalam Piala Dunia 2014 nanti. Setelah sempat menjadi sebuah kontroversi dan topik perdebatan dalam waktu yang sangat lama, akhirnya teknologi garis gawang dengan menggunakan kamera khusus diputuskan untuk digunakan dalam Piala Dunia 2014. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang menggunakan teknologi garis gawang.

Dari berita yang dilansir oleh New Zealand Herald, masing-masing 14 buah kamera bahkan sudah terpasang dalam setiap stadion tempat terselenggaranya Piala Dunia. Jika dikalikan dengan 12 stadion maka jumlahnya adalah 168 kamera.

Kamera-kamera tersebut adalah kamera dengan kualitas super yang mampu mengambil 500 gambar per detiknya. Dengan dipasangnya peralatan tersebut, diharapkan setiap senti laju bola bisa terekam jelas nantinya apakah melewati garis gawang atau tidak. 2400 pengujian juga telah dilakukan untuk menguji ketepatan kamera tersebut. Hasilnya sangat memuaskan, tidak satu pun kesalahan dibuat oleh teknologi ini. Dengan begitu, diharapkan pada Piala Dunia 2014 nanti tidak akan ada lagi kontroversi gol-gol 'hantu'.

Dalam sepak bola, teknologi garis gawang (Inggris: goal-line technology disingkat GLT) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menentukan bilamana bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dengan bantuan berbagai perangkat elektronik dan pada saat yang sama membantu wasit dalam menyatakan sebuah gol telah terjadi atau tidak.

GLT tidak ditujukan untuk menggantikan peran wasit dan para hakim garis, namun lebih membantu mereka dalam membuat keputusan di lapangan pertandingan. GLT harus memberikan sebuah indikasi yang jelas mengenai apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dan informasi ini nantinya berperan untuk membantu wasit dalam membuat keputusan akhir.Dilatar belakangi oleh beberapa keputusan kontroversial pada sejumlah pertandingan Liga Utama Inggris, Piala Dunia FIFA 2010, dan Euro 2012, FIFA (yang sebelumnya menolak penggunaan teknologi ini) melakukan pengujian terhadap beberapa kandidat potensial untuk teknologi garis gawang. Sembilan buah sistem diuji pada tahap awal, namun hanya dua buah sistem bertahan.

Pada 5 Juli 2012, International Football Association Board secara resmi menyetujui penggunaan teknologi garis gawang. Kedua sistem yang disetujui yakni GoalRef dan Hawk-Eye —keduanya sistem yang diuji pada pengujian tahap kedua. Pada bulan Desember 2012, FIFA mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan teknologi garis gawang untuk pertama kalinya dalam sebuah pertandingan kompetitif pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2012 di Jepang.


Sumber:
http://www.bola.net/piala_dunia/berita/penggunaan-teknologi-baru-di-piala-dunia-2014-a96ddd.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_garis_gawang